DANGSANAK BARATAAN AMUN ADA ARTIKEL,INFORMASI,SARAN ATAWA KRITIK NANG LAINNYA BISA DI KIRIMAKAN KE EMAIL ULUN dodypoetera6@gmail.com INSYA ALLAH KIRIMAN SAMPIAN ULUN TERBITAKAN DI BLOG INI,LAWAN MUN KAWA GAMBARNYA JUA SANAK LAHTARIMA KASIH DANGSANAK BARATAAN SUDAH BAILANG DI BLOG ULUN INI,MUDAHAN HAJA BAMANFAAT GASAN KITA BARATAAN

Minggu, 18 November 2012

Seluruh sekolah diharapkan ada PMR

Amuntai - segala bencana tentunya tidak kita kehendaki terjadi namun ancaman bencana dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. terutama dipengaruhi oleh keadaan geografis dan kondisi lingkungan suatu wilayah,” kabupaten hulu sungai utara misalnya,   walaupun tidak termasuk  wilayah yang dikategorikan berpotensi terjadinya gempa dan tsunami seperti di pulau jawa dan sumatera, tetapi termasuk wilayah rawan bencana banjir, puting beliung dan kebakaran.  

pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya bencana di daerah ini,” jelas Drs HM. Suharyanto,Msi ketika menghadiri selaku mewakili Bupati HSU pada acara pembukaan pelatihan bagi pembina PMR SD/MI se Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dlaksanakan oleh PMI Kabupaten HSU.

kerjasama seluruh komponen masyarakat hulu sungai utara dalam menghadapi ancaman bencana banjir, kebakaran, angin puting beliung  dan bencana alam lainnya sangat diperlukan, karena bencana adalah tanggung jawab kita semua dan dapat menimpa kita semua pula. seluruh unsur harus selalu siap siaga menghadapinya,  termasuk satuan tugas seperti palang merah indonesia (PMI).

“ keberadaan relawan pmi di setiap musibah yang terjadi akan selalu dinantikan, karena selama ini peran dan dedikasi para relawan pmi benar-benar telah dirasakan oleh masyarakat khususnya dalam menghadapi bencana.” Terangnya lagi.

Diketahui, kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan selama 4 hari yang dimulai dari hari senin tanggal 19 Nopember hingga Kamis 22 Nopember 2012 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang guru yang menjadi pembina PMR di seluruh sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten HSU.

Ketua PMI HSU Hermani Johan, S.KM, M.AP, M.Mkes mengatakan bahwa alasan dilaksanakan pelatihan ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas para anggota PMR di HSU dan juga semoga saja dengan pelatihan ini bisa menambah wawasan para pembina PMR untuk dibawa kembali ke sekolah yang ada.

“ alasan dilaksanakan pelatihan ini adalah untuk lebih menambah wawasan serta pengetahuan bagi seluruh pembina PMR dan juga bisa dikembangkan dan juga bisa diterapkan di sekolah,” ujar Hermani

palang merah remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari palang merah indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah, dan bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan pertolongan pertama pada kecelakaan.

palang merah remaja (pmr) terdapat di semua cabang pmi di seluruh indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. anggota pmr merupakan salah satu kekuatan pmi dalam melaksanakan kegiatan - kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip - prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi pmi.

terbentuknya palang merah remaja dilatar belakangi oleh terjadinya perang dunia ii pada tahun 1859, pada waktu itu austria dan francis sedang mengalami peperangan. karena kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta koran bekas. anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut palang merah pemuda (pmp), kemudian menjadi palang merah remaja (PMR).

pada tahun 1919 di dalam sidang liga perhimpunan palang merah internasional, diputuskan bahwa gerakan palang merah remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan palang merah dan bulan sabit merah.

di indonesia pada kongres pmi ke-iv, tepatnya bulan januari 1950 di jakarta, pmi membentuk palang merah remaja dan pada tanggal 1 maret 1950 berdirilah palang merah remaja secara resmi di indonesia.

melihat dari perjalanan sejarah palang merah remaja tersebut menunjukan betapa pentingnya keberadaan pmr sebagai tulang punggung berbagai kegiatan pmi untuk kemanusiaan.

Di akhir sambuannya Suharyanto menambahkan di setiap sekolah dan madrasah diharapkan terdapat palang merah remaja, hal ini penting sekaligus juga untuk mendidik remaja dan anak asuh kita supaya memiliki keperdulian kepada sesama, berjiwa penolong dan rasa kemanusiaan yang tinggi.” dengan digelarnya pelatihan ini, diharapkan palang merah remaja di sekolah dapat dioptimalkan, sebagai salah satu materi ekstra kulikuler di sekolah masing-masing. selain itu, para pembina dapat mensosialisasikan ilmunya kepada relawan muda yang berasal dari siswa sekolah yang bersangkutan.” Tambah nya.dody/mb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *